“GEUNASEH SABANG” BENTUK KOMITMEN PEMERINTAH SABANG UNTUK ANAK

Kamis, 10 Oktober 2019 KEGIATAN WALIKOTA

Oleh admin1

SABANG - Pemerintah Kota Sabang bersama UNICEF pada hari Kamis (10/10/2019) bertempat di Aula Lantai IV Kantor Walikota Sabang meluncurkan program Gerakan Untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat menjadi GEUNASEH. Walikota Sabang Nazaruddin S.I.Kom mengatakan GEUNASEH, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sabang dengan didukung UNICEF Perwakilan Aceh, dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana, adalah upaya terpadu untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di Kota Sabang. Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota, Nazaruddin S.I.Kom pada saat membuka acara launching Gerakan Untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat GEUNASEH Sabang pada 10 October 2019.

“Penanganan malnutrisi dan stunting di Kota Sabang harus ditangani secara terintegrasi agar tidak menyebabkan berbagai masalah lanjutan terkait gizi, dan berdampak pada ancaman kehilangan generasi sehat di kota Sabang. Untuk penanganan tersebut, kami luncurkan program bantuan tunai yang dinamakan Gerakan untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat GEUNASEH Sabang. Program ini merupakan salah satu layanan Pemerintah Sabang untuk penanganan malnutrisi, tujuannya meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak sabang yang berumur 0 – 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai,” kata Nazaruddin S.I.Kom yang akrab disapa Tgk Agam.

“Pelaksanaan program GEUNASEH dan pengentasan permasalahan malnutrisi atau stunting melalui pendekatan multi-sektoral ini didukung pula oleh UNICEF Perwakilan Aceh,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan dari program GEUNASEH diharapkan bisa menjadi penopang pendapatan keluarga penerima untuk digunakan memenuhi kebutuhan dasar anak. Program GEUNASEH juga merupakan salah satu komponen dari program pengentasan permasalahan malnutrisi terintegrasi yang dilaksanakan di Kota Sabang, serta melengkapi program Beasiswa Pendidikan Kota Sabang yang sudah diberikan ke seluruh siswa/siswi di Kota Sabang umur 7 - 18 tahun yang bersekolah.

Program ini adalah respon cepat terhadap tingginya jumlah kasus malnutrisi dan stunting di Sabang. Seperti yang diketahui, berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), pada tahun 2018 angka stunting balita di Kota Sabang mencapai 540 dari 2.037 balita atau sebesar 26.5%, dengan kata lain, 1 dari 4 balita di kota Sabang mengalami stunting. Jumlah ini melampaui batasan yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 20%.

Lebih lanjut Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom mengingatkan bahwa terobosan melalui GEUNASEH Sabang ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang telah meluncurkan gerakan nasional Percepatan Perbaikan Gizi (PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional PPG dalam Kerangka 1000 Hari Pertama Kehidupan. Selain itu, indikator dan target pengentasan malnutrisi, khususnya stunting, merupakan sasaran pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 dan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2017-2019.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom menegaskan akan pentingnya dukungan dan komitmen dari SKPK, pemerintah gampong, masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk dapat konsisten menekan angka kejadian malnutrisi dan stunting pada anak di Kota Sabang, juga menghimbau agar koordinasi lintas sektor dapat ditingkatkan. selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi bersama atas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilakukan guna perbaikan kedepannya.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini, memberikan apresiasi terhadap terobosan program yang diprakarsai oleh Pemerintah Kota Sabang, dan berharap program GEUNASEH Sabang dapat pula diduplikasikan oleh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh.

“Hari ini, Pemerintah Kota Sabang mengambil langkah lebih maju untuk menjadi "kota sejahtera", dengan meluncurkan rencana perlindungan sosial GEUNASEH Sabang, yang didanai secara lokal, untuk semua anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Ini berarti akan mencakup sekitar 4.000 anak. Dengan program ini pula, Pemerintah Kota Sabang memberikan contoh pengentasan permasalahan malnutrisi dan kemiskinan anak di Aceh dan juga di luar, karena pelajaran yang dipetik dari program ini agar dapat direplikasi dan ditingkatkan,” ujar Debora.

Debora juga mengucapkan selamat kepada Kota Sabang karena menjadi pemimpin kelas dunia untuk anak-anak dan membangun fondasi yang kuat untuk Sabang di masa depan. Lanjutnya, “Berinvestasi pada anak-anak hari ini, adalah sebuah investasi untuk masa depan Sabang”.

Tak hanya memperkenalkan tujuan dan nama program GEUNASEH Sabang, pada peluncuran program tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis Rekening Bank GEUNASEH Sabang kepada Perwakilan Penerima Manfaat dari 18 Gampong se-Kota Sabang, juga serangkaian kegiatan menarik lainnya.