Membawa Sabang Kota Seribu Even

Jumat, 03 Agustus 2018 KEGIATAN WALIKOTA

Oleh sabangkota

Kamis, 2 Agustus 2018 08:37

Menganakan kaos warnah merah hati. Wali Kota Sabang Nazaruddin, akrab disapa Tgk Agam menyadari sepnuhnya andalan Sabang adalah pariwisata dan perikanan. Untuk itu ia bersama Wakil Walikota, Suradji Junus, ingin menciptakan Sabang sebagai kota seribu even atau kota seribu kegiatan. Ia minta seluruh aparat Pemerintah Kota berpikiran sama. Dengan banyaknya even, dengan sendirinya Sabang makin ramai, aktivitas perekonomian makin lancar. Ide besar itu diutarakan kepada Muhammad Nasir dan Fikar W.Eda dari Serambi Indonesia, dalam satu percakapan santai di Warung Kopi Rumoh Kaye, Sabang. Ikut mendampingi Kepala Dinas Pariwisata Sabang, Faisal. Berikut petikannya.

Kami mendengar Anda ingin menciptakan Sabang sebagai kota seribu even, kenapa ada gagasan seperti ini?
Karena Sabang ini sektor unggulannya kan pariwisata, jadi untuk memajukan Sabang harus demikian. Jika ada even dan daerah lain tak siap, maka kita siap melaksanakannya. Sabang daerah tujuan wisata, mengunggulkan sektor pariwisata maka saya pikir harus banyak buat even.

Apa kaitan event itu dengan pembangunan masyarakat di Sabang?
Ini salah satu cara memajukan Sabang. Luas wilayah Sabang sangat kecil dan lahan pertanian sempit, hanya memiliki dua sektor unggulan yaitu sektor pariwisata dan perikanan. Jadi untuk meningkatkan ekonomi rakyat harus melalui pariwisata dan perikanan, salah satunya menyelenggarakan banyak even.

Untuk mempersiapkan diri menjadi kota seribu even, apa yang sudah Anda rencanakan?
Tentu tidak mudah, seperti membalikkan telapak tangan. Jadi pelan-pelan, misalnya memperbaiki infrastruktur. Dulu Iboih tidak punya fasilitas air bersih, tapi sekarang sudah punya. Saat ini realisasi air bersih ke Iboih sudah 80 persen.

Kalau begitu grafik kunjungan wisatawan meningkat?
Jelas! Sama-sama bisa kita lihat, meskipun sedang angin kencang, orang tetap datang ke Sabang, bahkan Banda Aceh itu sepi, begitulah tingkat kunjungan wisatawan ke Sabang.

Apa yang membuat Sabang memiliki daya tarik?
Yang dimiliki Sabang, tidak dimiliki oleh kabupaten bahkan provinsi lainnya, yaitu tugu kilometer nol. Kecuali Nikobar nanti kita miliki, baru tugu kilometer nol pindah kesana, tapi kalau tidak maka masih Sabang yang punya…ha..ha..ha

Bagaimana dengan kesiapan masyarakat setempat?

Semua kita, semua daerah pasti ada pro kontra. Tapi Alhamdulillah masyarakat Sabang sudah 80 persen menerima para tamu. Kita bisa bandingkan dengan daerah lain, Sabang ini lebih aman. Saya akan bekerja bersama- sama dengan dinas lain supaya Sabang bukan hanya aman, tapi nyaman.

Ini akan ada even PKA, konon akan dihadiri oleh 30 ribu orang, apa yang sudah disiapkan supaya ada manfaat untuk Sabang?
PKA sejak saya kecil sudah ada, saya ikut PKA ke-3 ketika zaman Gubernur Ibrahim Hasan. Saya salah satu peserta seni seudati dan rapa-i geleng. Sabang bisa memanfaatkan seni budaya itu untuk menarik tamu.

Ada rencana untuk menarik sebagian pengunjung PKA itu ke Sabang?
Secara tidak langsung pasti Sabang akan terimbas. Dulu pernah kita lihat acara Penas, titiknya di Banda Aceh tapi sebagian pengunjungnya tetap ke Sabang. Begitu juga dengan PON 20- 24. Saya menfasilitasi rapat kerjaKONI se-Indonesia di Sabang. Karena saya menganggap PON di Aceh. Saat PON nanti paling juara 1,2,dan 3 yang bertahan di Banda Aceh, sedangkan peserta lainnya ke Sabang semua haha.. haha…pasti. Apalagi ada tiga venue, tiga cabang olah raga yang dipertandingkan di Sabang. Saya ngak melihat itu, yang penting nanti peserta PON bisa ditarik ke Sabang, mbasnya ini, sebagaimana majunya Batam karena imbas dari majunya Singapura.

Sejauh ini adakah kendala arus manusia dan barang ke Sabang?

Pastinya ada yaitu transportasi, tapi sudah ada rencana penambahan satu kapal ro-ro bersumber dari APBA. Semoga ini tidak terhenti. Jadi keberadaan kapal ini nanti bukan hanya melayani wisatawan, tapi demi keselamatan warga Sabang, keselamatan wisatawan. Jika sudah ada kapal yang layak maka saya rasa keselamatan akan terjamin. Saat ini hanya ada KMP BRR dan beberapa kapal cepat. Makanya kita ingin ada satu lagi kapal sebesar KMP BRR, kalau satu doking, satu standby.

Harapan Anda kepada seniman di Sabang?
Harapan kita kepada elemen masyarakat yang kreatif di bidang seni supaya dapat menonjol ke permukaan. Supaya pemerintah bisa tahu bahwa ada yang bisa diangkat, supaya Sabang bisa lebih maju lagi dalam bidang keseniannya.

Kalau koordinasi dengan BPKS seperti apa?
Saya pikir untuk sementara lancar, kita selalu berkoordinasi dengan BPKS, apalagi dengan Kepala baru ini. Mudah-mudahan sinkronisasi ini terus berjalan tanpa kendala apapun.

Kesiapan Sabang menghadapi PKA bagaimana?
Sudah siap lah, kita sudah sejak jauh hari mempersiapkan anggarannya, personelnya, serta siapa-siapa yang akan tampil. Kita lebih siap karena kita daerahtujuan wisata.

Apa harapannya kepada Pemerintah Pusat terhadap pengembangan Sabang ini?
Dengan anggaran saat ini yang sangat terbatas, kita sangat berharap supaya Pusat dan pemerintah provinsi benar-benar memperhatikan Sabang. Karena dengan keuangan yang kurang, kita kesulitan dalam memajukan Sabang. Kita juga berharap supaya investasi dapat masuk ke Sabang, mungkin mereka nanti bisa mempromosi dan mensupport bahwa Sabang itu aman. Kalau aman sudah pasti, kalau nyaman akan terus kita benahi.

Untuk mengundang investor luar bagaimana?
Kita terbuka penuh, saya akan apreasiasi dan berikan penghargaan kepada investor lokal yang sudah membuat hotel, penginapan yang layak di abang. Dan kepada investor luar juga tidak kita tutup pintu, tapi kita buka selebar-lebarnya untuk investasi di Sabang silahkan. Begitu juga dengan homestay, silakan masyarakat bikin. Jadi pelan-pelan kita sosialisasikan kepada masyarakat, kalau mau buat home stay silahkan tapi harganya sekian, bersih, rapi, karena itu yang diinginkan oleh tamu, ada standarnya. Kita juga ada menganggarkan seminar wisata tahun ini, kita akan panggil semua pelaku wisata dan akan kita sampaikan mengenai pelayanan wisata yang baik.

Pak Wali pernah ikut PKA ke-3 tahun 1998, umur berapa?
Saat itu saya masih 15 tahun yaitu masih SMP. Main seudati dan rapa-i geleng. Saya dulu lebih bergelut di bidang kesenian daerah.

Kalau sekarang masih?
Kalau sekarang jadi wali kota…ha..ha.. Sekarang akan coba kita bina, kemudian pemain lama itu ada yang sudah DPRK, jadi lebih gampang kita bicara. Ya udah kamu bina ini, kalau ada pokok-pokok pikiran ya kamu berdayakan seni budaya. Kalau orang Aceh mengatakan, “matee aneuk meupat jeurat, matee adat hana meupat mita”.

Kalau sekali-kali wali kota tampil kan bisa?
Ooo boleh…ha…ha…Guru kesenian saya itu sampai sekarang masih aktif, Baharuddin El Sahara. Dulu saya sering memainkan drama Tgk Di Iboih, Putroe Bungsu hingga pamtomim. Dulu juga aktif sebagai syeikh di seudati, pernah tampil di Medan dan Lhokseumawe. Untuk memajukan pariwisata hal-hal kecil lah yang harus diangkat. Di tempat kita ini, ceritanya luar biasa, cerita keuramat 44 itu kalau kita gali, kita tulis ulang, dan kita jual, akan sangat diminati. Saya terpikir ingin membuat buku tentang Keuramat 44.

Apa kendala yang Anda hadapi selama ini?
Kita terkendala dengan tanah-tanah yang bukan milik Pemko. Makanya yang bisa kitalakukan penataan taman. Nanti kita anggarkan supaya tamannya bagus dan hal-hal seperti itulah yang membuat sabang lebih bagus dalam bidang pariwisata. (*)

 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Membawa Sabang Kota Seribu Even, http://aceh.tribunnews.com/2018/08/02/membawa-sabang-kota-seribu-even?page=2.

Editor: bakri

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Membawa Sabang Kota Seribu Even, http://aceh.tribunnews.com/2018/08/02/membawa-sabang-kota-seribu-even.

Editor: bakri