Direktorat Jendral Perikanan dan Pemko Sabang Gelar konsultasi Publik.

Kamis, 18 Januari 2018 berita media

Oleh admin1

Sabang,18 Januari 2018| Walikota Sabang, Bapak Nazaruddin, membuka acara konsultasi publik, studi analisis dampak lingkungan, pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu kota Sabang, yang digelar, direktorat jendral perikanan budidaya, kementerian kelautan dan perikanan RI, di Nagoya Hotel, kota Sabang, Kamis (18/01/18).

Wali kota Sabang dalam sambutan nya mengatakan Keberadaan kota Sabang yang berada di wilayah perbatasan dan merupakan titik awal perhitungan jarak bagian barat Indonesia, membutuhkan sentuhan pemerintah pusat, untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, terutama pada sektor kelautan dan perikanan.
Selain itu kota Sabang juga merupakan salah satu poros maritim dunia, mengingat posisinya sangat strategis, berada diantara samudra hindia dan selat malaka, yang kaya akan potensi perikanan dan menghubungkan beberapa negara.


Maka dengan terbitnya inpres nomor 7 tahun 2016 tentang percepatan pembangunan industri perikanan nasional dan keputusan menteri kelautan dan perikanan nomor 51 /kepmen-kp/2016, tentang penetapan lokasi pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan, merupakan solusi yang sangat tepat untuk menstimulus para pemilik modal untuk berinvestasi di wilayah perbatasan yang notabene masih dikategorikan tertinggal dari daerah lain.

Harapan Walikota Sabang dengan persentase penduduk miskin yang masih diatas 16%, sangat berharap, dengan adanya pembangunan sentra kelautan dan perikanan (SKPT) ini, mampu memberikan dampak pertumbuhan ekonomi lokal dan pendapatan yang signifikan. Mengingat hampir 30% penduduk di kota Sabang, berusaha dibidang kelautan dan perikanan.

Acara tersebut ikut di hadiri oleh Kepala SKPK, Para Panglima Laot, Nelayan setempat dan Intansi Vertikal terkait lainnya[].